*Materi ke 3*
Bismillaahirrohmaanirrohiim
Astaghfirullohal 'adziim
Allohumma sholli 'ala Muhammad wa aali Muhammad.
Subhanallaah wabihamdihi Subhanallaahil 'adzhim.
Baik kawan kawanku yang dicintai Allah...
Kita lanjut lagi ya pembahasan tentang PPA ini.
Setelah dua materi lalu membahas tentang doa... (basic dasar PPA)
kali ini kita pun kita akan membahas doa, tapi dari sudut pandang yang berbeda.
Kita berdoa saat kita memandang masalah kita sebagai azab dariNya
Jika akar masalah Anda adalah _*azab*_, maka tidak ada cara lain bagi kawan kawan selain taubatan nasuha dulu.
Kenapa?
Karena bisa jadi doa doa kita yang selama ini tidak terkabul, itu karena terhalang oleh dosa kita sendiri.
Sebenarnya kita sendiri yang bikin hidup kita susah, bukan Allah.
Coba ingat ingat ketika kawan kawan kena masalah, baru dapet musibah... Apa yang dirasakan?
Deg degan!
Panik!
Sedih!
Takut!
Khawatir!
Was was alias cemas!
Dan segala rasa gak enak berbaur jadi satu. Bener, kan?
Betuuuul!
Kenapa kawan kawan merasa seperti itu?
Karena ketika datang masalah, kawan kawan fokusnya hanya ke masalah dan *tidak berusaha melihat jalan keluar
Contohnya seperti ini,
Misalnya kawan kawan sedang berkendara, tiba tiba hujan lebat dan wipper mobil Anda rusak!
Kira kira jalanan yang akan Anda lalui untuk sampai ke tempat tujuan terlihat?
Terus... Saat itu kira kira perasaan Anda gimana?
Takut, was was, juga deg degan, kan?
Nah, pertanyaannya...
"Apa yang sebenarnya membuat Anda was
was?"
Jawabnya...
Karena jalanan di depan ga kelihatan!
Karena takut nabrak..
Takut masuk jurang...
Kenapa?
Karena jalan yang akan dilalui berubah buram, ga kelihatan!
Tapi badan jalannya masih ada, kan?
Iya, ada!
Tapi itu tadi..
. Gak nampak!
Gak kelihatan dengan jelas!
Kenapa?
Karena kaca mobil jadi buram tertutupi cucuran air hujan, dan
pandangan jadi terhalang akibat wipper mobil rusak.
Nah... Begitulah, kawan kawan.
Sama halnya ketika kita ada masalah dan kesulitan.
Sebenernya bukan gak ada jalan keluar, tetapi karena kita tidak tau apa dan bagaimana cara mendapatkan jalan keluar dari masalah yang dihadapi.
Kita tidak sadar bahwa kaca kita tertutup cucuran air hujan (dosa)
Jalan dan cara untuk keluar dari masalah itu sebenernya ada dan banyak (bukankah Allah selalu mendatangkan solusi di setiap masalah?)
Kitanya yang ga sadar sehingga kita
ga bisa ngeliat jalan keluar dari kungkungan masalah?
Lebatnya dosa dan rusaknya wiper kita (kesadaran diri akan dosa) membuat mata kita tertutup dan tidak mampu melihat jalan keluar
Astaghfirullaah...
Maka mulai sekarang, aktifkanlah _"wipper"_kita, _"wipper"_
kawan kawan semua!
Basahi lisan kawan kawan dengan istighfar sepenuh hati, benar benar mohon ampun dan minta maaf pada Allah!
Di saat berkendara... Istighfar.
Di saat nyuapin anak... Istighfar!
Di saat main Facebook... Istighfar!
Di saat kepasar... Istighfar!
Di saat pergi ke tempat rekreasi... Istighfar!
Dawamkan, kawan kawan. Awalnya memang susah, tapi kalo sudah biasa 3 4 hari konsisten istighfar maka akan jadi kebiasaan dan rasanya jadi aneh kalo ga istighfar.
Masih ga percaya fadillah istighfar?
Ini ayatnya;
*Maka aku katakan pada mereka: beristigfarlah Sesungguhnya Dia maha pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta, dan anak
anakmu, dan mengadakan untukmu kebun kebun dan sungai sungai.*
*(Qs : Nuh 10 12)*
Kawan kawan, ini real solusi dari Allah!
Nyambung ya sama *materi
kemaren.*
Intinya... Kita dekati Allah. Kalo lagi banyak dosa, segera minta ampun supaya dosa kita tidak menghalangi kita untuk dekat sama Allah.
Kalo sudah dekat ke Allah, sudah tau maunya Allah... Maka insya Allah, Allah kabulkan doa kita, Allah beri apa yang kita minta padaNya.
Dan itu bukanlah hal yang mustahil bagi Allah.
Istighfarlah dengan penuh penghayatan.
Istighfarlah dengan penuh kesungguhan..
Gak ada keraguan sedikitpun.
Lakukan sepenuh hati, _*jangan mengharap miracle dari istighfar, tapi mohonlah ampunan dan cinta Allah melalui istighfar.*_
Kalo udah di ampuni, kemudian dicintai oleh Allah, maka... (Kata Allah);
*apapun yang hambaKu inginkan pasti Ku kabul*
Dengan istighfar ini juga masalah keuangan kita pasti beres!
(Lihat arti ayatNya)
Yang belom punya anak, insyaa Allah segera punya anak. (lihat arti ayatNya)
Yang mau bebas hutang, juga bisa!
Ini ayat Qur'an loh, kita harus yakin!
Sebab kalo ga yakin... Maka pengabulanNya atas doa dan permohonan kita akan jauuhhhh.
Kawan kawan tau gak?
Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, ketika Allah memberi kita masalah, sebenernya _bukan untuk kita segera mencari solusinya_
yang diinginkan Allah adalah kita kembali padaNya dahulu,
mengingatNya dahulu,
mendekat padaNya dahulu,
berdekatan
denganNya dahulu..
Ga percaya
?
Ini ayatnya;
*Hai orang orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuha (semurni murninya), mudah mudahan Tuhan kamu akan menutupi kesalahan kesalahanmu dan memasukan kamu ke
dalam syurga
yang dibawahnya mengalir sungai sungai. (Qs At Tahrim 8)*
Artinya apa? Apa maksudnya?
Maksudnya tuh... Allah manggil kita!;
Wahai orang yang punya hutang Milyaran, Aku bisa lunasin!
Wahai orang orang yang hubungan keluarganya lagi rusak, bisa Aku perbaiki!
Wahai orang orang yang kondisi financialnya lagi bermasalah, percayalah Aku bisa pulihkan!
Bayangin kawan kawan...
Ketika kita lagi banyak dosa, Allah malah manggil kita untuk mendekat padaNya, terus disuruh tobat, kemudian Allah hilangin masalah kita, Allah benerin!
Jlebb!!!
Bertaubatlah kepada Allah dengan taubatannasuha (semurni murninya taubat), mudah mudahan Tuhan kamu akan menutupi kesalahan kesalahanmu dan memasukan kamu ke dalam syurgaNya.
(Aamiin Allahumma Aamiin...)
Sini kamu taubat padaKu, biar aku yg beresin semua masalahmu!
Kamu fokus saja menyesali semua kesalahanmu dan perbaiki diri, biar Aku yang bertanggung jawab. Aku yang akan menghidupimu dan memberimu nikmat hingga Akhirat!
Tuh gimana ga enak, coba?
Ini harus dipahami baik baik ya kawan kawan, bukan cuma dipaham, pahami atau diikhlas ikhlaskan, tapi paham beneran dan ikhlas seikhlas ikhlasnya.
Setiap ada masalah, tenang dulu dan fokus pada Allah.
Rasakan dan temukan apa pesan cintaNya.
Dan ketika kepahaman sudah muncul, insya Allah bi idznillah kita akan tenang..
Balik lagi ke awal...
Apa sih sebenernya penyebab masalah itu?
Penyebab munculnya/ timbulnya masalah itu ada dua, yaitu:
*1. Azab*
*2. Ujian*
Kebanyakan dari kita ketika terjebak masalah selalu merasa Allah sedang ngasih ujian, jarang dari kita yang merasa kena azab sehingga jarang menyadari akan dosa dan lalainya diri..
Tapi kalo versi kang Rezha Rendy seperti ini, jangan buru menentukan itu azab atau ujian hehehehe...
Trus sebenarnya masalah itu hadir dalam hidup kita sebagai apa?
Suatu ketika ada yg merasa seperti ini
"Eeeh... Sy lagi diuji nih...!"
Ntar Allah jawab; "iiih PeDe!"
abis maksiat, terus bilang dapet ujian?
Idealnya ujian itu gini yaa
Kalau kita di sekolah mau ikut ujian syaratnya apa?
Sudah pantas untuk diuji/kalau di sekolahan biasanya di sesi akhir kan sebelum naik tingakatan baru kita diuji
Tapi jangan buru buru juga nganggap masalah itu sebagai azab
Karena kita akan merasa sangat terpuruk dan bisa putus asa
Terus... Gimana harusnya kita menyikapi masalah?
Yuk Mari kita anggap masalah itu sebagai bentuk *CintaNya*
Kalo kita lagi dapet masalah, sebenarnya Allah rindu, Allah kangen sama kita, Allah menunggu kita untuk kembali padaNya dalam tangisan manja merayuNya
Pernah liat anak kecil ngadu ke orang tuanya?
Maaaaa akuu pengen beli itu
Maaaaa akuu kemarin ada masalah ini di sekolah
Maaaaa akuu ini akuu itu..
Biasanya anak kecil sambil nangis kan
Nah seperti itulah Allah kawan kawan, Allah rindu pada kita hamba hambanya 😭😭
Kadang kita terlalu sombong, menganggap diri mampu menghadapi dan menyelesaikan setiap masalah..
Bisa dirasakan, ya?
Jadi, mulai sekarang, kalo ngeliat orang lain dapat masalah, jangan kita "judge" mereka sebagai orang hina
ato mereka rendah. Justru seharusnya kita ambil hikmah / pesan cintaNya.
Oh... Ternyata mereka lagi disayang Allah, lagi disuruh taubat...
Supaya dosanya abis di dunia, di akhirat tinggal masuk syurgaNya aja.
Begitupun dengan masalah yang terjadi pada kita, masalah yang dialami diri sendiri, selalu fokus ambil pesan cintaNya, ya kawan
kawan.
Oiya ada lagi
nih masalah yg beda bentuknya, bentuknya enak di mata manusia tapi sebenarnya sedang "dicuekin" oleh Allah..
Loo kok bisa?
Yaa Istidraj namanya
Contohnya gini...
Misal kawan kawan saya kasih uang 50 ribu.
Seneng, ga?
Seneng dooong, pastinya!
Lantas uang 50 ribu tadi saya ambil lagi.
Rasanya gimana?
Pasti agak kecewa, kan?
Tapi paling kecewanya sebentar saja kan karena uangnya cuma 50 ribu.
Nah... Setelah si uang 50 ribu saya ambil dan Anda kecewa,
Sekarang saya kasih lagi tuh 100 ribu, kemudian ditambah 1 juta, ditambah lagi 100 juta, teruuuuus sampai saya kasih 1 milyar!
Gimana tuh rasanya? Seneng banget, kan?
Wah Bukan seneng seneng lagi, pastinya buahagia pake buangettt!
Tapi... Di saat Anda lagi bahagia bahagianya, tiba tiba seketika uangnya saya ambil lagi semuanya! Pokoknya tu uang saya rampassss dari tangan Anda!
Kebayang gak seberapa kecewanya?
Sakit hati diambil uang milyaran dibanding sakit hati diambil uang 50 ribu, sakitnya sama gak?
Begitulah kawan, janganlah iri sama orang yang berkecukupan,
bisnisnya jalan, tapi dia gak sholat dan juga gak rajin ibadah.
Sekali lagi... *jangan iri* ya, kawan kawan.
Karena sesungguhnya yg seperti itu suatu saat akan Allah jatuhkan..
Na'uudzubillaahi min dzaalik!
Wallahu a'lam bishowab
=====================
*Rangkuman Materi 3*
✍🏼 Mari kita *bertaubat* sebenar benarnya taubat.
✍🏼 *Bisa jadi do'a kita blm terkabul dikarenakan terhalang oleh dosa2 kita sendiri,* kita sndiri yg buat hidup kita susah bkn Allah.
✍🏼 *Ketika dtg masalah seharusnya kita berusaha melihat jalan keluar bkn fokus pada masalah*. Allah udh kasih sepaket antara masalah dan jln keluar, jd jln keluar dari masalah itu sbnrnya dekat, tp msh tertutup samar dgn dosa2 kita.
Astaghrifullah....
✍🏼 *Basahi lisan kita dgn dzikir, istighfar sepenuh hati, ikhlas dari hati, ingat dosa2 yg prnh kita buat.* Beristighfarlah disaat apapun, dimana pun kecuali di tmpt terlarang.
Lg masak, kerja, nyapu, ke pasar, nyuapin anak, ..terus beristighfar,, terus isi diam kita dgn istighfar.
✍🏼 *Intinya: dekati Allah, ngerasa udh buat dosa trus istighfar, taubat* biar gak ada lg penghalang kedekatan kita dgn Allah,, kalo kita udh dekat dgn Allah maka insyaa Allah.. akan Allah kabulkan do'a2 kita, apa yg kita minta diberiNya. Itu bkn hal yg mustahil.
✍🏼 *Harus yakin bahwa doa kita pasti dikabulkanNya* asal kita udh istighfar sepenuh hati.
✍🏼 *Jika kita dpt masalah, tujuan Allah bkn nyuruh kita nyari solusi dari masalah, ALLAH kangen sama kita, kangen pengen dekat kita lg, pengen kita kembali mengingatNya.*
✍🏼 Sbnrnya Allah sedang memanggil kita dgn masalah/cobaan2 itu... Ketika kita lg bnyk dosa, Allah malah nyuruh kita mndekat padaNya, disuruh taubat kemudian Allah hilangin masalah kita, Allah beresin semua.
✍🏼 Allah bilang: "kamu fokus aja menyesali dosa2mu, perbaiki diri aja dulu, AKU yg bertanggung jwb utk hidupmu dan ngasih nikmat hingga akhirat!! Masya Allah, udh dijamin. Jd nunggu apa lg??
✍🏼 Kalo ada masalah, tenang dulu dan fokus pada Allah, temukan pesan cintaNya, kalo udh dpt pesan cintaNya, kita pasti berasa tenang.
✍🏼 Kalo lg dpt masalah, *anggap aja kita lg dicintai Allah*. Allah suruh kita *introspeksi diri*/ muhasabah diri.
Must To do :
Jika lagi dapet masalah maka *Bertaubatlah, beristighfar, introspeksi
diri, anggap kita sedang dicintai Allah.* dan carilah pesan Cinta Nya.
Salam
Andra Adetia
Agent of PPA
Selasa, 13 November 2018
Sharing ilmu PPA
Materi 2
Bismillaahirrohmaanirrohiim
Allahumma sholli 'ala Muhammad wa 'ala aali Muhammad
Subhanallaah wabihamdi
Subhanallaahil 'adzhim
*Konsep Ujian*
Baik kawan kawan, sekarang kita lanjut dengan *Konsep Ujian*
Saya coba analogikan sesuatu, ya.
*Misalnya teman teman jalan dengan memegang sebuah gelas yg berisi air, air tersebut pastinya berguncang guncang hebat.*
Jadi air itu berguncang guncang..
Sekali lagi airnya berguncang guncang hebat sekali..
Bisa dibayangkan yaa kawan kawan
*Nah saya pengeeeen sekali "ngediemin" air tsb..*
Jalan lebih pelan masih berguncang, dipelankan lagi air tetap beguncang
Lalu sy coba berhenti, diam dan airnyapun ikutan diam..
*Begitulah dengan konsep ujian kawan kawan*
*Ketika datang masalah, biasanya kita itu dengan _sombong_
berusaha sekuat tenaga untuk segera menyelesaikannya*.
Kita *cari solusi sekeras kita berfikir*,
Rata rata kita *Gregetan* ingin
segera menyelesaikan masalah tersebut, tapi apa yang terjadi?
Ketika kita ada masalah dan sekuat tenaga kita cari solusinya, *justru kita semakin pusing!*
Betul ga?
*Malahan ketika kita sudah pusing, capek, kemudian kita menyerah, eh.....masalahnya kelar gitu aja*
Ada yang udah pernah ngalamin kayak gitu?
Bisa dirasakan, ya? Dan pasti banyak yang pernah mengalaminya.
Nah Ketika kita ada masalah, _*sebaiknya kita tenangkan
dulu kepala kita*_, kita diamkan dulu gelasnya.
Kita tenangkan dulu airnya.
Karena permasalahan itu sebenernya solusinya dekeeet banget!
Cuma kadang kadang kitanya yang _*terlalu sok aksi*_
Jadi sekali lagi, *ketika masalah datang jangan pernah mengawali dengan ikhtiar, tapi merenung dulu, berdoa mohon petunjuk Allah
dulu* (jangan dibalik ya!)
Banyak dari kita yang ketika ada masalah yg dilakukan pertama kali adalah ikhtiar solusi dulu, trus nanti ndak kelar baru deh berdoa,setelah doa lalu kemudian selesailah masalahnya.
Akhirnya baru nyadar raga kita capek duluan kan?
*Jadi kalo ada masalah ga perlu ikhtiar ?*
☝Bukan gitu juga, *kita tetap ikhtiar, tapi jangan ikhtiar berontak.*
*Berdoalah pada Allah maksimal, kemudian ikhtiar sewajarnya saja.*
Ikhtiar berontak dimaksud adalah ikhtiar yang dilakukan karena kita tidak terima air itu berguncang, oleh karenanya kita ingin air itu cepet cepet tenang.
*Bahasa mudahnya KITA TIDAK IKHLAS KETIKA SESUATU MENIMPA KITA*
Kita merasa berhak menentukan, bahwa sesuatu itu harus seperti yg kita inginkan
Misalnya...
Anak nakal
Hutang banyak
Bisnis bangkrut
Ditipu orang
kita selalu saja mentah mentah menolak dan "agak kesal menerimanya."
Lantaran kita tidak menerima, maka kita berusaha mengubah sesuatu itu dengan cepat kita..
Dan apa yang terjadi? Yang terjadi pada akhirnya malah makin kacau.
Contoh:
Kawan kawan punya anak yang bandel, pastinya kita inginkan anak
tersebut jadi baik, kan?
Ingin kebandelannya cepet selesai, kan?
Kalo sudah begitu, biasanya kita malah jadi membentak anak kita, betul ya?
"Kamu ini gimana sih? Dibilangin ko susah banget!
Nurut ga?"kalo engga ntar mama.....bla bla bla
Semakin kita galak sama anak dan makin nafsu menyelesaikan masalah, anehnya permasalahan tersebut malah tambah bikin ruwet.
Dan si Anak malah tambah "bikin onar."
Bener ga?
Terus caranya gimana?
Begini kuncinya;
*Setiap ada masalah, misal anak bandel jangan langsung gundah, tapi tangkap dulu dan ambil pesan cintaNya.*
Kira kira Allah mau kita gimana, kita ingat ingat beberapa waktu yang
lalu kita melakukan apa? Ibadah kita selama ini gimana?
*Intinya, setiap ada masalah kita terima dulu, ikhlas dulu.*
tanda ketika pesanNya udah kita ambil?
Tandanya... Hati kita ini jadi tenang, ikhlas, ridho.
Kalo udah kaya gitu, biasanya masalah kelar sendiri tanpa kita harus capek capek buang energi.
Hal itu juga berkaitan dengan ketika kita memotivasi orang lain.
Kawan kawan, *Bahaya* loh kalo ada orang yang lagi jatuh ketimpa masalah, terus kita malah motivasinya.
Loh, kok *bahaya?*
Bahasa mudahnya tuh gini... Orang tuh kalo lagi ditimpa musibah atau masalah, berati Allah lagi sayang sama itu orang, *Allah lagi ingin deket deket sama dia*, makanya diamkan aja dulu, nasehatin buat tenang dan cari pesan cintaNya.*
Bukan malah dimotivasi agar kuat dan dikasih semangat melangkah lagi yang pada akhirya justru mengakibatkan pesanNya ga sampai.
Dia malah fokus lagi ke ikhtiar, bukannya fokus ke Allah.
Moga kawan kawan ga bingung, ya.
*Jadi... Allah itu ketika memberi kita masalah, sebetulnya bukan agar
kita segera nyari solusi, tapi agar kita kembali fokus dulu pada Allah, mendekat dulu ke Allah, curhat dulu ke Allah.*
Coba deh kalo misal kita motivasi, terus yang bersangkutan semangat
lagi ikhtiar tapi ga berdoa dan *malah mendewakan ikhtiar*?
Astaghfirulloohal 'adziim...
*Pastinya Allah makin jauuuh sama dia* (Na'uudzubillaahi min
dzaalik)
Moga penjelasan saya bisa kawan kawan pahami, ya.
*Intinya kuatkan niat fokus on Allah dulu, baru yang lain.*
Dunia PPA itu dunia _"keajaiban"_ tapi... Bagi yang mau aja sih.
Yang mau fokus kerja keras, gak papa 🤭
Jelasnya akan dijawab tuntas
didalam Private Class..
Kita lanjut yaa..
Inget kan kisah nabi Yunus yang kisahnya sering kita dengar?
Ketika nabi Yunus ditelan ikan Paus, fokusnya nabi Yunus bukan mencari jalan keluar, tapi dia merenung dulu ke dalam hatinya, mencari pesan CintaNya.
Begitu sudah paham, nabi Yunus mengakui kesalahan dirinya dan terus berdoa, sehingga pada akhirnya Allah jua lah yang menyelesaikan masalahnya.
Dan karena Allah sudah menghendaki, maka masalah pun selesai dengan sendirinya.
Kok bisa ya?
*Bisa! Asalkan kita tidak sombong, dan Total Bergantung padaNya.*
Melanjutkan materi tentang *total bergantung*...
Mohon kawan kawan sekali lagi harap dibaca pelan pelan, ya.
Mohon dipahamkan oleh Allah SWT (Aamiin....)
Kalo belom paham juga moga dimudahkan Allah untuk bisa ikut Private Classnya (karena rasanyat lebih beda)
Baiklah...
Kawan kawan yang saya cintai karena Allah..
*Total Bergantung = DIPENUHI*
Ketika kita *total bergantung (berserah diri/ tawakkal) pada Allah*,
hajat kita pasti dipenuhi olehNya.
Jika kawan kawan praktekan pola ini, insyaa Allah bi idznillah...
Hutang milyaran jadi lunas!
Mau mobil gratis, bisa!
Umroh gratis, mudah!
Masalah keluarga terselesaikan dengan mudah.
Hal tersebut di atas banyak dibuktikan oleh testimoni Alumni PPA.
Intinya, kita hanya *total bergantung (tawakkal) pada Allah*.
Baik, saya jabarkan ya, biar ga bingung.
Begini...
Awal mula kita diciptakan bentuknya apa?
Ruh!
Ketika kita berbentuk ruh, kita bisa apa?
Ga bisa apa apa kan?
Total bergantung pada Allah, kan?
Dan ketika ruh total bergantung pada Allah, kebutuhan si ruh ini dipenuhi olehNya.
Kira kira apa kebutuhan ruh itu?
Jasad!
Terus, kebutuhan sperma apa?
Sel telur, kan?
Apakah dulu kita latih sel sperma kita agar bisa lebih cepat sampai ke sel telur?
Engga, kan?
Total bergantung padaNya dan Allah yang memenuhi kebutuhan sel sperma akan sel telur.
Lanjut lagi...
Setelah sperma bergabung dengan sel telur, makanya jadilah zigot.
Terus, apakah zigot kita arahkan atau urut urut supaya berenang ke rahim?
Jawabannya... Pasti engga, kan?
Total bergantung pada Allah, dan Allah yang mengarahkan zigot agar
pindah ke rahim.
Dan seterusnya, dan sebagainya. Kalo dijelasin, bakalan panjang!
Dengan total bergantung padaNya, pasti Allah akan penuhi segalanya.
Contoh lagi...
Anggap aja bayinya sudah lahir.
Apakah bayi yang sudah lahir terus bisa berusaha sendiri? Minum dan makan langsung ambil sendiri?
Engga!
Bayi itu total bergantung pada Allah.
Dia tinggal
Oeeeek... Makanan datang.
Oeeeek... Susu datang.
Oeeeek... Popok datang.
Oeeek... Minyak telon datang.
(tentu saja semua ada perantaraNya)
Semua orang dibuat jatuh cinta pada bayi tersebut, dan semua
kebutuhannya dipenuhi.
Itu karena bayi total bergantung pada Allah.
Lalu... Sekarang ini kita udah berapa kali oek oek nangis, tapi kenapa masalah ga kunjung kelar?
Berapa kali kita oek oek nangis, tapi mau umroh ko rasanya susah banget?
Itulah bedanya, kawan kawan.
oek oek kita ini udah ada _*"berhalanya!"*_
Beda dengan oeknya bayi yang mengandung TAUHID, pasrah, bergantung penuh hanya kepada Allah Subhanahu Wata'aala.
Karena bayi _"sadar diri"_ dia ga bisa melakukan apa apa, kecuali
atas izin Allah.
Kawan kawanku yang saya cintai karena Allah.
*Yang membedakan kita dengan bayi, adalah dari total bergantungnya.*
*
Kalo bayi total bergantung pada Allah itu *"full" maksimal*, oleh karenanya semua kebutuhan bayi di penuhi oleh Allah.
Beda dengan kita manusia yang sudah dewasa.
Kita *makin dewasa malah makin kurang bergantung pada Allah* 😭
Kalo mau umroh, pasti bilang/ nyebutin uang.
Kalo mau kerja, pasti bilangnya butuh ijazah.
Betul, ga?
Malahan ketika kita diajari atau diberitau bahwa kita ini butuh Allah, eh kita malah bilang ga logis (Sungguh tragis!)
Astaghfirulloohal 'adziim...
Kita masih berpikiran bahwa yang ngasih kita rezeki itu bos!
Kita masih meyakini bahwa yang bisa bikin bahagia itu... keluarga, jabatan dan lain lain.
Contohnya kalo di antara kita ada yang di PHK, pasti deh ada berujar;
"duh, mau makan apa nih kita?"
Padahal ya, rezeki makan kita itu sudah dijamin oleh Allah.
Ga percaya?
Coba sekarang Anda resign, ga usah kerja, kira kira... bakalan mati
kelaparan, ga?
Buktinya orang gila aja ga kerja, masih idup, tuh!
Begitulah kawan kawan, bisa jadi juga yang menyebabkan doa kita ga segera dikabulkan oleh Allah,
Karena...
Ketika berdoa minta rezeki, fokusnya moga moga dapet THR.
Ketika berdoa minta mobil, fokusnya moga dapet undian berhadiah.
Ketika berdoa minta umroh, fokusnya moga gaji naik.
Dan lain lain yang bersifat keduniaan (duniawi)
Astaghfirulloohal 'adziim...
Sampai sampai di saat berdoa pun fokus kita bukan ke Allah.
Padahal Allah yang memberi kita rejeki.
Itulah hambatannya kawan kawan, kita terlalu bergantung pada makhluk. *Padahal kalo bergantung pada makhluk, kita tuh pasti was
was dan ujung ujungnya harus rela merasakan 'sakit hati' dan kekecewaan.*
Kalo udah banyak bergantung pada makhluk, gimana Allah mau mengabulkan doa doa kita?
Tau syirik, kan ya?
*Itulah syirik syirik kecil kita, kebanyakan dari kita bergantung pada mahluk.*
Terus gimana cara memahamkan hati agar total bergantung pada Allah?
Ada 3 level pemahaman yang harus dilalui, yaitu:
*1. Dengan menyendiri dan memikirkan hakikat diri, penciptaan kita,
kita tahajud mohon petunjuk Allah, kita renungi dan pahami siapa
sebenarnya yang mengatur rezeki kita, bos ataukah Allah? *(inget ya... Pasrah aja, jangan ngebut, jangan terlalu menggebu2, karena yang memahamkan kita hanyalah Allah)*
2. Cara tercepat adalah dengan benar benar hadirkan suasana yang
membuat Anda total menyerah pada Allah.
*Misalnya... yang ingin bebas dari riba, ya sudah tinggalkan semua harta yang ada kaitannya dengan
riba. Jalanin hidup dengan pasrah pada Allah, dan fokus ibadah yang utama, ikhtiar yang kesekian.*
*3.Menjaga pertemanan dengan kawan kawan yang sudah mencapai level total bergantung padaNya.*
Moga group ini menjadi wasilahnya, tetapi bukan berarti saya lebih
baik daripada Anda, ya.
Saya juga masih berlatih dan terus melatih diri untuk total bergantung
hanya ada Allah.
*"Dan Dialah yg berkuasa atas sekalian hamba hambaNya, dan Dialah yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui" (Qs Al An am:18)*
Allah itu sutradara terbaik, penulis scenario yang handal. Mudah bagi
Allah melakukan apapun atas diri kita.
Ahhh....ga masuk akal, da?
Ya... Kalo logika kita masih saja terbelenggu oleh kontak WA atau
Sahabat, pasti jawabnya begitu.
Hehehe... �
Iya, karena menurut logika kita yang bisa menolong kita itu hanya orang orang disekitar kita, atau orang orang yang kita kenal.
Mungkin itu dulu ya sharing malam ini.
Moga kita semua dipahamkan Allah, dan menjadikan Allah hanya
sebagai satu satunya tempat bergantung.
(Aamiin Allohumma Aamiin)
*Syaithon pasti akan terus membisiki kita dengan logika, dilawan yaaa kawan kawan!*
*Jangan sampe bisikan logika membenarkan hati kita, yang pada akhirnya kita tidak merasakan kekuasaan Allah di dalam hidup kita.*
Inget loh saat inipun *Allah melihat kita, menantikan kita mengangkat tangan*, teruslah meminta padanya kawan, hanya
kepadaNya.
Wallahualam bishowab.
=====================
Bismillaahirrohmaanirrohiim
Allahumma sholli 'ala Muhammad wa 'ala aali Muhammad
Subhanallaah wabihamdi
Subhanallaahil 'adzhim
*Konsep Ujian*
Baik kawan kawan, sekarang kita lanjut dengan *Konsep Ujian*
Saya coba analogikan sesuatu, ya.
*Misalnya teman teman jalan dengan memegang sebuah gelas yg berisi air, air tersebut pastinya berguncang guncang hebat.*
Jadi air itu berguncang guncang..
Sekali lagi airnya berguncang guncang hebat sekali..
Bisa dibayangkan yaa kawan kawan
*Nah saya pengeeeen sekali "ngediemin" air tsb..*
Jalan lebih pelan masih berguncang, dipelankan lagi air tetap beguncang
Lalu sy coba berhenti, diam dan airnyapun ikutan diam..
*Begitulah dengan konsep ujian kawan kawan*
*Ketika datang masalah, biasanya kita itu dengan _sombong_
berusaha sekuat tenaga untuk segera menyelesaikannya*.
Kita *cari solusi sekeras kita berfikir*,
Rata rata kita *Gregetan* ingin
segera menyelesaikan masalah tersebut, tapi apa yang terjadi?
Ketika kita ada masalah dan sekuat tenaga kita cari solusinya, *justru kita semakin pusing!*
Betul ga?
*Malahan ketika kita sudah pusing, capek, kemudian kita menyerah, eh.....masalahnya kelar gitu aja*
Ada yang udah pernah ngalamin kayak gitu?
Bisa dirasakan, ya? Dan pasti banyak yang pernah mengalaminya.
Nah Ketika kita ada masalah, _*sebaiknya kita tenangkan
dulu kepala kita*_, kita diamkan dulu gelasnya.
Kita tenangkan dulu airnya.
Karena permasalahan itu sebenernya solusinya dekeeet banget!
Cuma kadang kadang kitanya yang _*terlalu sok aksi*_
Jadi sekali lagi, *ketika masalah datang jangan pernah mengawali dengan ikhtiar, tapi merenung dulu, berdoa mohon petunjuk Allah
dulu* (jangan dibalik ya!)
Banyak dari kita yang ketika ada masalah yg dilakukan pertama kali adalah ikhtiar solusi dulu, trus nanti ndak kelar baru deh berdoa,setelah doa lalu kemudian selesailah masalahnya.
Akhirnya baru nyadar raga kita capek duluan kan?
*Jadi kalo ada masalah ga perlu ikhtiar ?*
☝Bukan gitu juga, *kita tetap ikhtiar, tapi jangan ikhtiar berontak.*
*Berdoalah pada Allah maksimal, kemudian ikhtiar sewajarnya saja.*
Ikhtiar berontak dimaksud adalah ikhtiar yang dilakukan karena kita tidak terima air itu berguncang, oleh karenanya kita ingin air itu cepet cepet tenang.
*Bahasa mudahnya KITA TIDAK IKHLAS KETIKA SESUATU MENIMPA KITA*
Kita merasa berhak menentukan, bahwa sesuatu itu harus seperti yg kita inginkan
Misalnya...
Anak nakal
Hutang banyak
Bisnis bangkrut
Ditipu orang
kita selalu saja mentah mentah menolak dan "agak kesal menerimanya."
Lantaran kita tidak menerima, maka kita berusaha mengubah sesuatu itu dengan cepat kita..
Dan apa yang terjadi? Yang terjadi pada akhirnya malah makin kacau.
Contoh:
Kawan kawan punya anak yang bandel, pastinya kita inginkan anak
tersebut jadi baik, kan?
Ingin kebandelannya cepet selesai, kan?
Kalo sudah begitu, biasanya kita malah jadi membentak anak kita, betul ya?
"Kamu ini gimana sih? Dibilangin ko susah banget!
Nurut ga?"kalo engga ntar mama.....bla bla bla
Semakin kita galak sama anak dan makin nafsu menyelesaikan masalah, anehnya permasalahan tersebut malah tambah bikin ruwet.
Dan si Anak malah tambah "bikin onar."
Bener ga?
Terus caranya gimana?
Begini kuncinya;
*Setiap ada masalah, misal anak bandel jangan langsung gundah, tapi tangkap dulu dan ambil pesan cintaNya.*
Kira kira Allah mau kita gimana, kita ingat ingat beberapa waktu yang
lalu kita melakukan apa? Ibadah kita selama ini gimana?
*Intinya, setiap ada masalah kita terima dulu, ikhlas dulu.*
tanda ketika pesanNya udah kita ambil?
Tandanya... Hati kita ini jadi tenang, ikhlas, ridho.
Kalo udah kaya gitu, biasanya masalah kelar sendiri tanpa kita harus capek capek buang energi.
Hal itu juga berkaitan dengan ketika kita memotivasi orang lain.
Kawan kawan, *Bahaya* loh kalo ada orang yang lagi jatuh ketimpa masalah, terus kita malah motivasinya.
Loh, kok *bahaya?*
Bahasa mudahnya tuh gini... Orang tuh kalo lagi ditimpa musibah atau masalah, berati Allah lagi sayang sama itu orang, *Allah lagi ingin deket deket sama dia*, makanya diamkan aja dulu, nasehatin buat tenang dan cari pesan cintaNya.*
Bukan malah dimotivasi agar kuat dan dikasih semangat melangkah lagi yang pada akhirya justru mengakibatkan pesanNya ga sampai.
Dia malah fokus lagi ke ikhtiar, bukannya fokus ke Allah.
Moga kawan kawan ga bingung, ya.
*Jadi... Allah itu ketika memberi kita masalah, sebetulnya bukan agar
kita segera nyari solusi, tapi agar kita kembali fokus dulu pada Allah, mendekat dulu ke Allah, curhat dulu ke Allah.*
Coba deh kalo misal kita motivasi, terus yang bersangkutan semangat
lagi ikhtiar tapi ga berdoa dan *malah mendewakan ikhtiar*?
Astaghfirulloohal 'adziim...
*Pastinya Allah makin jauuuh sama dia* (Na'uudzubillaahi min
dzaalik)
Moga penjelasan saya bisa kawan kawan pahami, ya.
*Intinya kuatkan niat fokus on Allah dulu, baru yang lain.*
Dunia PPA itu dunia _"keajaiban"_ tapi... Bagi yang mau aja sih.
Yang mau fokus kerja keras, gak papa 🤭
Jelasnya akan dijawab tuntas
didalam Private Class..
Kita lanjut yaa..
Inget kan kisah nabi Yunus yang kisahnya sering kita dengar?
Ketika nabi Yunus ditelan ikan Paus, fokusnya nabi Yunus bukan mencari jalan keluar, tapi dia merenung dulu ke dalam hatinya, mencari pesan CintaNya.
Begitu sudah paham, nabi Yunus mengakui kesalahan dirinya dan terus berdoa, sehingga pada akhirnya Allah jua lah yang menyelesaikan masalahnya.
Dan karena Allah sudah menghendaki, maka masalah pun selesai dengan sendirinya.
Kok bisa ya?
*Bisa! Asalkan kita tidak sombong, dan Total Bergantung padaNya.*
Melanjutkan materi tentang *total bergantung*...
Mohon kawan kawan sekali lagi harap dibaca pelan pelan, ya.
Mohon dipahamkan oleh Allah SWT (Aamiin....)
Kalo belom paham juga moga dimudahkan Allah untuk bisa ikut Private Classnya (karena rasanyat lebih beda)
Baiklah...
Kawan kawan yang saya cintai karena Allah..
*Total Bergantung = DIPENUHI*
Ketika kita *total bergantung (berserah diri/ tawakkal) pada Allah*,
hajat kita pasti dipenuhi olehNya.
Jika kawan kawan praktekan pola ini, insyaa Allah bi idznillah...
Hutang milyaran jadi lunas!
Mau mobil gratis, bisa!
Umroh gratis, mudah!
Masalah keluarga terselesaikan dengan mudah.
Hal tersebut di atas banyak dibuktikan oleh testimoni Alumni PPA.
Intinya, kita hanya *total bergantung (tawakkal) pada Allah*.
Baik, saya jabarkan ya, biar ga bingung.
Begini...
Awal mula kita diciptakan bentuknya apa?
Ruh!
Ketika kita berbentuk ruh, kita bisa apa?
Ga bisa apa apa kan?
Total bergantung pada Allah, kan?
Dan ketika ruh total bergantung pada Allah, kebutuhan si ruh ini dipenuhi olehNya.
Kira kira apa kebutuhan ruh itu?
Jasad!
Terus, kebutuhan sperma apa?
Sel telur, kan?
Apakah dulu kita latih sel sperma kita agar bisa lebih cepat sampai ke sel telur?
Engga, kan?
Total bergantung padaNya dan Allah yang memenuhi kebutuhan sel sperma akan sel telur.
Lanjut lagi...
Setelah sperma bergabung dengan sel telur, makanya jadilah zigot.
Terus, apakah zigot kita arahkan atau urut urut supaya berenang ke rahim?
Jawabannya... Pasti engga, kan?
Total bergantung pada Allah, dan Allah yang mengarahkan zigot agar
pindah ke rahim.
Dan seterusnya, dan sebagainya. Kalo dijelasin, bakalan panjang!
Dengan total bergantung padaNya, pasti Allah akan penuhi segalanya.
Contoh lagi...
Anggap aja bayinya sudah lahir.
Apakah bayi yang sudah lahir terus bisa berusaha sendiri? Minum dan makan langsung ambil sendiri?
Engga!
Bayi itu total bergantung pada Allah.
Dia tinggal
Oeeeek... Makanan datang.
Oeeeek... Susu datang.
Oeeeek... Popok datang.
Oeeek... Minyak telon datang.
(tentu saja semua ada perantaraNya)
Semua orang dibuat jatuh cinta pada bayi tersebut, dan semua
kebutuhannya dipenuhi.
Itu karena bayi total bergantung pada Allah.
Lalu... Sekarang ini kita udah berapa kali oek oek nangis, tapi kenapa masalah ga kunjung kelar?
Berapa kali kita oek oek nangis, tapi mau umroh ko rasanya susah banget?
Itulah bedanya, kawan kawan.
oek oek kita ini udah ada _*"berhalanya!"*_
Beda dengan oeknya bayi yang mengandung TAUHID, pasrah, bergantung penuh hanya kepada Allah Subhanahu Wata'aala.
Karena bayi _"sadar diri"_ dia ga bisa melakukan apa apa, kecuali
atas izin Allah.
Kawan kawanku yang saya cintai karena Allah.
*Yang membedakan kita dengan bayi, adalah dari total bergantungnya.*
*
Kalo bayi total bergantung pada Allah itu *"full" maksimal*, oleh karenanya semua kebutuhan bayi di penuhi oleh Allah.
Beda dengan kita manusia yang sudah dewasa.
Kita *makin dewasa malah makin kurang bergantung pada Allah* 😭
Kalo mau umroh, pasti bilang/ nyebutin uang.
Kalo mau kerja, pasti bilangnya butuh ijazah.
Betul, ga?
Malahan ketika kita diajari atau diberitau bahwa kita ini butuh Allah, eh kita malah bilang ga logis (Sungguh tragis!)
Astaghfirulloohal 'adziim...
Kita masih berpikiran bahwa yang ngasih kita rezeki itu bos!
Kita masih meyakini bahwa yang bisa bikin bahagia itu... keluarga, jabatan dan lain lain.
Contohnya kalo di antara kita ada yang di PHK, pasti deh ada berujar;
"duh, mau makan apa nih kita?"
Padahal ya, rezeki makan kita itu sudah dijamin oleh Allah.
Ga percaya?
Coba sekarang Anda resign, ga usah kerja, kira kira... bakalan mati
kelaparan, ga?
Buktinya orang gila aja ga kerja, masih idup, tuh!
Begitulah kawan kawan, bisa jadi juga yang menyebabkan doa kita ga segera dikabulkan oleh Allah,
Karena...
Ketika berdoa minta rezeki, fokusnya moga moga dapet THR.
Ketika berdoa minta mobil, fokusnya moga dapet undian berhadiah.
Ketika berdoa minta umroh, fokusnya moga gaji naik.
Dan lain lain yang bersifat keduniaan (duniawi)
Astaghfirulloohal 'adziim...
Sampai sampai di saat berdoa pun fokus kita bukan ke Allah.
Padahal Allah yang memberi kita rejeki.
Itulah hambatannya kawan kawan, kita terlalu bergantung pada makhluk. *Padahal kalo bergantung pada makhluk, kita tuh pasti was
was dan ujung ujungnya harus rela merasakan 'sakit hati' dan kekecewaan.*
Kalo udah banyak bergantung pada makhluk, gimana Allah mau mengabulkan doa doa kita?
Tau syirik, kan ya?
*Itulah syirik syirik kecil kita, kebanyakan dari kita bergantung pada mahluk.*
Terus gimana cara memahamkan hati agar total bergantung pada Allah?
Ada 3 level pemahaman yang harus dilalui, yaitu:
*1. Dengan menyendiri dan memikirkan hakikat diri, penciptaan kita,
kita tahajud mohon petunjuk Allah, kita renungi dan pahami siapa
sebenarnya yang mengatur rezeki kita, bos ataukah Allah? *(inget ya... Pasrah aja, jangan ngebut, jangan terlalu menggebu2, karena yang memahamkan kita hanyalah Allah)*
2. Cara tercepat adalah dengan benar benar hadirkan suasana yang
membuat Anda total menyerah pada Allah.
*Misalnya... yang ingin bebas dari riba, ya sudah tinggalkan semua harta yang ada kaitannya dengan
riba. Jalanin hidup dengan pasrah pada Allah, dan fokus ibadah yang utama, ikhtiar yang kesekian.*
*3.Menjaga pertemanan dengan kawan kawan yang sudah mencapai level total bergantung padaNya.*
Moga group ini menjadi wasilahnya, tetapi bukan berarti saya lebih
baik daripada Anda, ya.
Saya juga masih berlatih dan terus melatih diri untuk total bergantung
hanya ada Allah.
*"Dan Dialah yg berkuasa atas sekalian hamba hambaNya, dan Dialah yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui" (Qs Al An am:18)*
Allah itu sutradara terbaik, penulis scenario yang handal. Mudah bagi
Allah melakukan apapun atas diri kita.
Ahhh....ga masuk akal, da?
Ya... Kalo logika kita masih saja terbelenggu oleh kontak WA atau
Sahabat, pasti jawabnya begitu.
Hehehe... �
Iya, karena menurut logika kita yang bisa menolong kita itu hanya orang orang disekitar kita, atau orang orang yang kita kenal.
Mungkin itu dulu ya sharing malam ini.
Moga kita semua dipahamkan Allah, dan menjadikan Allah hanya
sebagai satu satunya tempat bergantung.
(Aamiin Allohumma Aamiin)
*Syaithon pasti akan terus membisiki kita dengan logika, dilawan yaaa kawan kawan!*
*Jangan sampe bisikan logika membenarkan hati kita, yang pada akhirnya kita tidak merasakan kekuasaan Allah di dalam hidup kita.*
Inget loh saat inipun *Allah melihat kita, menantikan kita mengangkat tangan*, teruslah meminta padanya kawan, hanya
kepadaNya.
Wallahualam bishowab.
=====================
Sharing ilmu PPA
* Materi1*
""""""""""""""""""""""""""""
Bismillaahirrohmaanirrohiim
Allahumma Sholli 'ala Muhammad wa 'ala aali Muhammad.
Subhanallaah wabihamdihi Subhanallaahil 'adhim.
Kawan-kawan yang disayang Allah.
Banyak kekhawatiran yang terjadi dalam hidup kita.
Entah itu urusan finansial ataupun karir dan juga keharmonisan keluarga.
Telah banyak ikhtiar yang sudah kita lakukan
Dan banyak pula usaha yang sudah kita perjuangkan, bahkan mungkin saat ini posisi kita masih dalam masa perjuangan itu.
Namun entah sudah beberapa kali pula kita harus memulai lagi
dari nol!
Sayangnya, terkadang apa yang kita tempuh hanya berakhir dengan _"kebuntuan"_ atau kalo di PPA disebut dengan istilah *Cahaya Semu*
☝Maaf, sudah berapakah umur teman-teman?
Kok rasa-rasanya kebahagian itu masiiiih terasa jauh, ya?
Kenapa itu bisa terjadi?
Kenapa kita belum juga mencapai titik terbaik dalam hidup kita?
Kenapa belum bisa menemukan dan belum bisa mencapai kebahagian yang kita cari-cari selama ini?
Bisnis belum menemukan kesuksesannya.
Keluarga masih belom ketemu kebahagiannya?
Hutang ko rasanya ga habis-habis, siiih?
☝Apa yang salah?
*mungkinkah kita salah dalam berdoa?*
Apa karena...
Mungkin kalimatnya kurang indah, sehingga Allah belom ridho dengan apa yang kita minta?
*Kawan, seberapa seringkah kita merasa lelah mencari kebahagian dalam kehidupan ini?*
Mulai sekarang...
Stop berpikir, kawan-kawanku!
*Beri diri waktu sejenak untuk terdiam. Ajak hati ini merenung!*
Pernahkah kawan kawan berpikir, bahwa masalah yang selama ini datang menghampiri kawan-kawan itu bukan berarti kita harus selalu fokus mencari solusinya?
Bisa jadi...
Masalah itu datang,
*karena Allah teramat rindu pada kita* 😭😭😭
Mari kita sama-sama mengingat kisah Fir'aun saat wabah penyakit melanda,
Saat Allah turunkan ribuan katak, belalang dana masalah sungai merah..
Mustahil bagi Fir'aun menyelesaikan masalah-masalah tersebut..
Lalu apa kata Nabi Musa, Allah hanya memintamu untuk kembali menyembah padaNya
Sama halnya dengan kita kawan
*Fokus pada masalah, kawan kawan hanya akan mendapatkan
masalah.*
*Fokus pada solusi, kawan-kawan hanya akan dapat solusi.*
▶️ *Tetapi ketika kita fokus pada Allah, selain masalah kita selesai, kita
pun (saya dan kawan-kawan) juga akan mendapatkan cintaNya*
Coba dirasakan efek statement diatas.
Tauhid PPA inilah yang nanti akan menuntun kita bagaimana mendapatkan cintaNya
Pola inilah yang menjadi wasilah datangnya *miracle/keajaiban*
Di PPA kita lebih percaya pada keajaibanNya, dan bukan kepada
kerja keras kita..
Harap jangan dibantah dulu, jangan dilawan dulu sebelum kawan-kawan mengetahui polanya.
Pernah denger kisah Tukang bubur naik haji?
Pernah kan dengar kisah seorang tukang roti yg ingin bertemu dengan imam bin Hambal?
Pernah juga kan denger kisah seorang nenek yang cucunya sakit, dan bisa sembuh dengan bantuan seorang dokter yang jaaauuuhhh dari desanya, tapi Masyaa Allah... dokter tersebut, biidznillah bisa sampai di dusun terpencil melalui sebuah pola scenario dari Allah!
Inti dari miracle di atas, fokuslah kita hanya ke Allah.
Sabar ya kawan kawan...perlahan group ini insyaa Allah akan memengaruhi gimana miracle itu terjadi.
Jadi PPA adalaah sebuah pola pertolongan Allah yg bisa mendatangkan keajaiban didalam hidup kita
Mendatangkan miracle,dengan penyelesaian masalah yg tak disangka
sangka.....pokonya yang Ajaib
☝Jadi miracle bisa di undang ya?
Iya! *"miracle atau keajaiban" ini bisa diundang*, asalkan kawan-kawan paham polanya.
Inget yaaa *harus paham* dan *bukan cuma ngerti aja.*
*Karena "pertolongan Allah" berada di balik dinding pemahaman kita.*
Pola ini secara ga sengaja (izin Allah) ditemukan oleh Rezha Rendy ketika mengamati kejadian ajaib yang dialami beberapa orang.
Beliau, dengan izin Allah bisa mengambil benang merah kejadian tersebut dan kemudian mempolakanya.
Pada awalnya beliau ga begitu yakin, sampai-sampai beliau sendiri mempraktekannya, dan berhasil!
Kemudian diceritakan ke sebagian teman-temannya dan pada akhirnya PPA ini menjadi sebuah private class yang alumninya sudah mencapai 12.000-an alumni dalam waktu kurang dari empat tahun.
Banyak testimoni yang masuk, beragam dan bikin kita merinding sendiri.
Silahkan cek di http://www.ppainstitute.com
Balik lagi ke adab berdoa...
Berapa banyak dari kita yang hanya kenal Allah, tapi tidak memahami Allah
Seakan akan ga yakin.
Berdoa terburu buru, seakan akan doa itu cuma basa basi.
Berapa banyak yang dzikir astaghfirullaahal 'adziim diubah menjadi astajim astajim astajim saking tidak khusyu dan terburu-burunya
Astaghfirullaahal' adziim...
Kalo kayak gitu, gimana kita mau mendapatkan *_miracle?_*
Seberapa banyak dari kita yang berdoa, tapi masih saja dikurangi dengan berpikir bahwa rezeki itu dari bos?
Seberapa banyak dari kita yang berdoa ingin bahagia, tetapi malah meyakini bahwa bahagia itu saat bisa beli ini dan beli itu.
Fokus ke Allah kawan kawan, kuatlah focus ke Allah.
Mungkin saat ini kawan kawan masih bingung?
Silahkan berdoa... Mohon padaNya agar dipahamkan.
Saya juga berdoa... Semoga Allah memahamkan saya pada isi materi ini.
Semoga Allah menganugerahkan pada kita *_miracle_* melalui wasilah tulisan saya ini (Aamiin Allohumma Aamiin)
Silahkan berdoa ya, kawan kawan.
Minta pada Allah.
Pernah denger kan, Allah itu malu jika hambanya sudah mengangkat tangan dan berdoa sampai tanganya turun tapi Allah ga ngabulin?"
Ya begitulah..
Allah itu maha mengabulkan, tapi syaratnya kita harus tau adab berdoa.
Sebagai Contoh;
Misal Anda datang menemui seorang presiden, dengan tujuan mau minta tolong agar di kampung Anda dibangun sebuah jembatan
karena jembatan yang ada sudah mulai keropos cenderung rusak.
Kira kira, cara kita menghadapnya gimana?
Apakah pakai baju biasa aja atau baju terbaik?
Ngomongnya santun beraturan ataukah buru buru?
Apakah langsung datang dan langsung ngomong dengan nada buru
buru; "Pak tolong bantuin kampung saya bikin jembatan!"
Kalo yang Anda katakan dan lalukan terburu buru kayak gitu,
pastinya tau sendiri ya...
Kira kira permohonan pembangunan
jembatan yang kita ajukan, akan dikabulkan atau tidak?
Mulai sekarang, yuk perbaiki doa kita!
Awali dengan Pujian pujian padaNya..
suarakan dengan lembut dan pelan..
Berusaha sepenuh hati merendah, serendah rendahnya oleh karena
kita sadar hanya Allah yang bisa menolong kita.
Ajak hati ketika berdoa, menangis padaNya mengakui dosa dan
kesalahan..
Menunjukan diri kita lemah di hadapanNya...
Jangan sampai kita menangis ketika berdoa hanya di saat kita justru sudah mulai putus asa.
Karena... Menangis di saat meminta dan menangis di saat kita sudah kalah/mentok itu rasanya beda..
Berdoalah seperti curhat..
Bayangkan dan rasakan Allah melihat kita.
Bayangkan dan rasakan bahwa Allah dekat, sangat dekat, dekat sekali dengan kita!
Rasakan ketika kita berdoa dan kita merasakan "jatuh hati pada Allah",
nikmat sekali kawan kawan, nikmaaaat!
Yuk, perbaiki dulu doa kita.
Mulai hari ini sampai akhir hayat nanti kita berjanji akan sepenuh hati jika berdoa pada Allah.
Silahkan....
Alhamdulillah...
Sesi siang ini kita akhiri dulu ya.
Masih banyak banget yang perlu kita pahami bersama.
*Ini belum masuk ke polanya, ini materi pondasi jadi harap bersabar.. Karena materi sebelum pola adalah pondasi dasar agar kita lebih siap dan lebih percaya akan adanya keajaiban*
Kalo ga mau dapet keajaiban dan lebih suka kerja keras, ayoo silahkan ga papa 😁
Insyaa Allah meteri lanjutanya akan km share beberpa hari kemudian dan sebelumnya akan km kabari.
🙂
jadi tujuannya agar kawan-kawan praktek dulu yaa adab berdoanya dan agar bisa mengulang2 membaca materi
Insyaa Allah dengan mengulang membaca materi akan banyak pemahaman yg kita dapatkan meski dengan materi yang sama..
Kata imam Syafi'i
Ulangi.. ulangi dan terus ulangi karena kunci dari pemahaman dan keterampilan adalah dengan pengulangan..
Insyaa Allah rasakan dulu efeknya yaa 😘
Semoga Allah beri pemahaman dan menuntun kita untuk mengaplikasikan 🤗
Barangkali ada yang mau bertanya, silahkan bisa mlalui grup ini atau bisa japri kesaya( nanti saya teruskan k trainer ),
tapi kita silent dulu ya grupnya sekitar 1/2 jam agar materinya tdk ketimpa dgn chat yg baru 🤗
Syukron
Wasalammu 'alaikum warahmatullaahi wabarakatuh
Must To do:
Nah sekarang yang harus kawan kawan lakukan setelah membaca materi pertama adalah mulai membangun kesadaran ketika sholat yakini Allah sedang melihat sholat kita,
ketika dalam sholat tiba tiba kefikiran yang lain, maka segera membaca ta’awudz atau A’uudzu billaahi minas syaitaanirrajiim kemudian meludah kecil ke kiri tiga kali.
Hal ini pernah dialami oleh salah satu sahabat Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam dan mengadukan hal tersebut kepada Rasulullah.
Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam kemudian bersabda
“Itulah setan yang disebut dengan khanzab. Apabila kamu merasakan
kehadirannya, maka meludahlah ke kiri tiga kali dan berlindunglah kepada Allah. Aku pun melakukan hal itu dan Allah SWT menghilangkan gangguan itu dariku.” (HR. Muslim)
Wallahua’lam Bishowab.
""""""""""""""""""""""""""""
Bismillaahirrohmaanirrohiim
Allahumma Sholli 'ala Muhammad wa 'ala aali Muhammad.
Subhanallaah wabihamdihi Subhanallaahil 'adhim.
Kawan-kawan yang disayang Allah.
Banyak kekhawatiran yang terjadi dalam hidup kita.
Entah itu urusan finansial ataupun karir dan juga keharmonisan keluarga.
Telah banyak ikhtiar yang sudah kita lakukan
Dan banyak pula usaha yang sudah kita perjuangkan, bahkan mungkin saat ini posisi kita masih dalam masa perjuangan itu.
Namun entah sudah beberapa kali pula kita harus memulai lagi
dari nol!
Sayangnya, terkadang apa yang kita tempuh hanya berakhir dengan _"kebuntuan"_ atau kalo di PPA disebut dengan istilah *Cahaya Semu*
☝Maaf, sudah berapakah umur teman-teman?
Kok rasa-rasanya kebahagian itu masiiiih terasa jauh, ya?
Kenapa itu bisa terjadi?
Kenapa kita belum juga mencapai titik terbaik dalam hidup kita?
Kenapa belum bisa menemukan dan belum bisa mencapai kebahagian yang kita cari-cari selama ini?
Bisnis belum menemukan kesuksesannya.
Keluarga masih belom ketemu kebahagiannya?
Hutang ko rasanya ga habis-habis, siiih?
☝Apa yang salah?
*mungkinkah kita salah dalam berdoa?*
Apa karena...
Mungkin kalimatnya kurang indah, sehingga Allah belom ridho dengan apa yang kita minta?
*Kawan, seberapa seringkah kita merasa lelah mencari kebahagian dalam kehidupan ini?*
Mulai sekarang...
Stop berpikir, kawan-kawanku!
*Beri diri waktu sejenak untuk terdiam. Ajak hati ini merenung!*
Pernahkah kawan kawan berpikir, bahwa masalah yang selama ini datang menghampiri kawan-kawan itu bukan berarti kita harus selalu fokus mencari solusinya?
Bisa jadi...
Masalah itu datang,
*karena Allah teramat rindu pada kita* 😭😭😭
Mari kita sama-sama mengingat kisah Fir'aun saat wabah penyakit melanda,
Saat Allah turunkan ribuan katak, belalang dana masalah sungai merah..
Mustahil bagi Fir'aun menyelesaikan masalah-masalah tersebut..
Lalu apa kata Nabi Musa, Allah hanya memintamu untuk kembali menyembah padaNya
Sama halnya dengan kita kawan
*Fokus pada masalah, kawan kawan hanya akan mendapatkan
masalah.*
*Fokus pada solusi, kawan-kawan hanya akan dapat solusi.*
▶️ *Tetapi ketika kita fokus pada Allah, selain masalah kita selesai, kita
pun (saya dan kawan-kawan) juga akan mendapatkan cintaNya*
Coba dirasakan efek statement diatas.
Tauhid PPA inilah yang nanti akan menuntun kita bagaimana mendapatkan cintaNya
Pola inilah yang menjadi wasilah datangnya *miracle/keajaiban*
Di PPA kita lebih percaya pada keajaibanNya, dan bukan kepada
kerja keras kita..
Harap jangan dibantah dulu, jangan dilawan dulu sebelum kawan-kawan mengetahui polanya.
Pernah denger kisah Tukang bubur naik haji?
Pernah kan dengar kisah seorang tukang roti yg ingin bertemu dengan imam bin Hambal?
Pernah juga kan denger kisah seorang nenek yang cucunya sakit, dan bisa sembuh dengan bantuan seorang dokter yang jaaauuuhhh dari desanya, tapi Masyaa Allah... dokter tersebut, biidznillah bisa sampai di dusun terpencil melalui sebuah pola scenario dari Allah!
Inti dari miracle di atas, fokuslah kita hanya ke Allah.
Sabar ya kawan kawan...perlahan group ini insyaa Allah akan memengaruhi gimana miracle itu terjadi.
Jadi PPA adalaah sebuah pola pertolongan Allah yg bisa mendatangkan keajaiban didalam hidup kita
Mendatangkan miracle,dengan penyelesaian masalah yg tak disangka
sangka.....pokonya yang Ajaib
☝Jadi miracle bisa di undang ya?
Iya! *"miracle atau keajaiban" ini bisa diundang*, asalkan kawan-kawan paham polanya.
Inget yaaa *harus paham* dan *bukan cuma ngerti aja.*
*Karena "pertolongan Allah" berada di balik dinding pemahaman kita.*
Pola ini secara ga sengaja (izin Allah) ditemukan oleh Rezha Rendy ketika mengamati kejadian ajaib yang dialami beberapa orang.
Beliau, dengan izin Allah bisa mengambil benang merah kejadian tersebut dan kemudian mempolakanya.
Pada awalnya beliau ga begitu yakin, sampai-sampai beliau sendiri mempraktekannya, dan berhasil!
Kemudian diceritakan ke sebagian teman-temannya dan pada akhirnya PPA ini menjadi sebuah private class yang alumninya sudah mencapai 12.000-an alumni dalam waktu kurang dari empat tahun.
Banyak testimoni yang masuk, beragam dan bikin kita merinding sendiri.
Silahkan cek di http://www.ppainstitute.com
Balik lagi ke adab berdoa...
Berapa banyak dari kita yang hanya kenal Allah, tapi tidak memahami Allah
Seakan akan ga yakin.
Berdoa terburu buru, seakan akan doa itu cuma basa basi.
Berapa banyak yang dzikir astaghfirullaahal 'adziim diubah menjadi astajim astajim astajim saking tidak khusyu dan terburu-burunya
Astaghfirullaahal' adziim...
Kalo kayak gitu, gimana kita mau mendapatkan *_miracle?_*
Seberapa banyak dari kita yang berdoa, tapi masih saja dikurangi dengan berpikir bahwa rezeki itu dari bos?
Seberapa banyak dari kita yang berdoa ingin bahagia, tetapi malah meyakini bahwa bahagia itu saat bisa beli ini dan beli itu.
Fokus ke Allah kawan kawan, kuatlah focus ke Allah.
Mungkin saat ini kawan kawan masih bingung?
Silahkan berdoa... Mohon padaNya agar dipahamkan.
Saya juga berdoa... Semoga Allah memahamkan saya pada isi materi ini.
Semoga Allah menganugerahkan pada kita *_miracle_* melalui wasilah tulisan saya ini (Aamiin Allohumma Aamiin)
Silahkan berdoa ya, kawan kawan.
Minta pada Allah.
Pernah denger kan, Allah itu malu jika hambanya sudah mengangkat tangan dan berdoa sampai tanganya turun tapi Allah ga ngabulin?"
Ya begitulah..
Allah itu maha mengabulkan, tapi syaratnya kita harus tau adab berdoa.
Sebagai Contoh;
Misal Anda datang menemui seorang presiden, dengan tujuan mau minta tolong agar di kampung Anda dibangun sebuah jembatan
karena jembatan yang ada sudah mulai keropos cenderung rusak.
Kira kira, cara kita menghadapnya gimana?
Apakah pakai baju biasa aja atau baju terbaik?
Ngomongnya santun beraturan ataukah buru buru?
Apakah langsung datang dan langsung ngomong dengan nada buru
buru; "Pak tolong bantuin kampung saya bikin jembatan!"
Kalo yang Anda katakan dan lalukan terburu buru kayak gitu,
pastinya tau sendiri ya...
Kira kira permohonan pembangunan
jembatan yang kita ajukan, akan dikabulkan atau tidak?
Mulai sekarang, yuk perbaiki doa kita!
Awali dengan Pujian pujian padaNya..
suarakan dengan lembut dan pelan..
Berusaha sepenuh hati merendah, serendah rendahnya oleh karena
kita sadar hanya Allah yang bisa menolong kita.
Ajak hati ketika berdoa, menangis padaNya mengakui dosa dan
kesalahan..
Menunjukan diri kita lemah di hadapanNya...
Jangan sampai kita menangis ketika berdoa hanya di saat kita justru sudah mulai putus asa.
Karena... Menangis di saat meminta dan menangis di saat kita sudah kalah/mentok itu rasanya beda..
Berdoalah seperti curhat..
Bayangkan dan rasakan Allah melihat kita.
Bayangkan dan rasakan bahwa Allah dekat, sangat dekat, dekat sekali dengan kita!
Rasakan ketika kita berdoa dan kita merasakan "jatuh hati pada Allah",
nikmat sekali kawan kawan, nikmaaaat!
Yuk, perbaiki dulu doa kita.
Mulai hari ini sampai akhir hayat nanti kita berjanji akan sepenuh hati jika berdoa pada Allah.
Silahkan....
Alhamdulillah...
Sesi siang ini kita akhiri dulu ya.
Masih banyak banget yang perlu kita pahami bersama.
*Ini belum masuk ke polanya, ini materi pondasi jadi harap bersabar.. Karena materi sebelum pola adalah pondasi dasar agar kita lebih siap dan lebih percaya akan adanya keajaiban*
Kalo ga mau dapet keajaiban dan lebih suka kerja keras, ayoo silahkan ga papa 😁
Insyaa Allah meteri lanjutanya akan km share beberpa hari kemudian dan sebelumnya akan km kabari.
🙂
jadi tujuannya agar kawan-kawan praktek dulu yaa adab berdoanya dan agar bisa mengulang2 membaca materi
Insyaa Allah dengan mengulang membaca materi akan banyak pemahaman yg kita dapatkan meski dengan materi yang sama..
Kata imam Syafi'i
Ulangi.. ulangi dan terus ulangi karena kunci dari pemahaman dan keterampilan adalah dengan pengulangan..
Insyaa Allah rasakan dulu efeknya yaa 😘
Semoga Allah beri pemahaman dan menuntun kita untuk mengaplikasikan 🤗
Barangkali ada yang mau bertanya, silahkan bisa mlalui grup ini atau bisa japri kesaya( nanti saya teruskan k trainer ),
tapi kita silent dulu ya grupnya sekitar 1/2 jam agar materinya tdk ketimpa dgn chat yg baru 🤗
Syukron
Wasalammu 'alaikum warahmatullaahi wabarakatuh
Must To do:
Nah sekarang yang harus kawan kawan lakukan setelah membaca materi pertama adalah mulai membangun kesadaran ketika sholat yakini Allah sedang melihat sholat kita,
ketika dalam sholat tiba tiba kefikiran yang lain, maka segera membaca ta’awudz atau A’uudzu billaahi minas syaitaanirrajiim kemudian meludah kecil ke kiri tiga kali.
Hal ini pernah dialami oleh salah satu sahabat Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam dan mengadukan hal tersebut kepada Rasulullah.
Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam kemudian bersabda
“Itulah setan yang disebut dengan khanzab. Apabila kamu merasakan
kehadirannya, maka meludahlah ke kiri tiga kali dan berlindunglah kepada Allah. Aku pun melakukan hal itu dan Allah SWT menghilangkan gangguan itu dariku.” (HR. Muslim)
Wallahua’lam Bishowab.
Langganan:
Postingan (Atom)