Selasa, 13 November 2018

Sharing ilmu PPA

Materi 2
Bismillaahirrohmaanirrohiim

Allahumma sholli 'ala Muhammad wa 'ala aali Muhammad

Subhanallaah wabihamdi
Subhanallaahil 'adzhim

*Konsep Ujian*

Baik kawan kawan, sekarang kita lanjut dengan *Konsep Ujian*

Saya coba analogikan sesuatu, ya.
*Misalnya teman teman jalan dengan memegang sebuah gelas yg berisi air, air tersebut pastinya berguncang guncang hebat.*

Jadi air itu berguncang guncang..

Sekali lagi airnya berguncang guncang hebat sekali..

Bisa dibayangkan yaa kawan kawan


*Nah saya pengeeeen sekali "ngediemin" air tsb..*
Jalan lebih pelan masih berguncang, dipelankan lagi air tetap beguncang
Lalu sy coba berhenti, diam dan airnyapun ikutan diam..


*Begitulah dengan konsep ujian kawan kawan*

*Ketika datang masalah, biasanya kita itu dengan _sombong_
berusaha sekuat tenaga untuk segera menyelesaikannya*.

Kita *cari solusi sekeras kita berfikir*,

Rata rata kita *Gregetan* ingin
segera menyelesaikan masalah tersebut, tapi apa yang terjadi?

Ketika kita ada masalah dan sekuat tenaga kita cari solusinya, *justru kita semakin pusing!*
Betul ga?

*Malahan ketika kita sudah pusing, capek, kemudian kita menyerah, eh.....masalahnya kelar gitu aja*

Ada yang udah pernah ngalamin kayak gitu?
Bisa dirasakan, ya? Dan pasti banyak yang pernah mengalaminya.

Nah Ketika kita ada masalah, _*sebaiknya kita tenangkan
dulu kepala kita*_, kita diamkan dulu gelasnya.
Kita tenangkan dulu airnya.

Karena permasalahan itu sebenernya solusinya dekeeet banget!
Cuma kadang kadang kitanya yang _*terlalu sok aksi*_

Jadi sekali lagi, *ketika masalah datang jangan pernah mengawali dengan ikhtiar, tapi merenung dulu, berdoa mohon petunjuk Allah
dulu* (jangan dibalik ya!)

Banyak dari kita yang ketika ada masalah yg dilakukan pertama kali adalah ikhtiar solusi dulu, trus nanti ndak kelar baru deh berdoa,setelah doa lalu kemudian selesailah masalahnya.

Akhirnya baru nyadar raga kita capek duluan kan?





*Jadi kalo ada masalah ga perlu ikhtiar ?*

☝Bukan gitu juga, *kita tetap ikhtiar, tapi jangan ikhtiar berontak.*

*Berdoalah pada Allah maksimal, kemudian ikhtiar sewajarnya saja.*

Ikhtiar berontak dimaksud adalah ikhtiar yang dilakukan karena kita tidak terima air itu berguncang, oleh karenanya kita ingin air itu cepet cepet tenang.

*Bahasa mudahnya KITA TIDAK IKHLAS KETIKA SESUATU MENIMPA KITA*

Kita merasa berhak menentukan, bahwa sesuatu itu harus seperti yg kita inginkan

Misalnya...
Anak nakal
Hutang banyak
Bisnis bangkrut
Ditipu orang
kita selalu saja mentah mentah menolak dan "agak kesal menerimanya."

Lantaran kita tidak menerima, maka kita berusaha mengubah sesuatu itu dengan cepat kita..

Dan apa yang terjadi? Yang terjadi pada akhirnya malah makin kacau.

Contoh:
Kawan kawan punya anak yang bandel, pastinya kita inginkan anak
tersebut jadi baik, kan?
Ingin kebandelannya cepet selesai, kan?
Kalo sudah begitu, biasanya kita malah jadi membentak anak kita, betul ya?
"Kamu ini gimana sih? Dibilangin ko susah banget!
Nurut ga?"kalo engga ntar mama.....bla bla bla

Semakin kita galak sama anak dan makin nafsu menyelesaikan masalah, anehnya permasalahan tersebut malah tambah bikin ruwet.
Dan si Anak malah tambah "bikin onar."

Bener ga?

Terus caranya gimana?
Begini kuncinya;

*Setiap ada masalah, misal anak bandel jangan langsung gundah, tapi tangkap dulu dan ambil pesan cintaNya.*
Kira kira Allah mau kita gimana, kita ingat ingat beberapa waktu yang
lalu kita melakukan apa? Ibadah kita selama ini gimana?
 *Intinya, setiap ada masalah kita terima dulu, ikhlas dulu.*
tanda ketika pesanNya udah kita ambil?
Tandanya... Hati kita ini jadi tenang, ikhlas, ridho.

Kalo udah kaya gitu, biasanya masalah kelar sendiri tanpa kita harus capek capek buang energi.

Hal itu juga berkaitan dengan ketika kita memotivasi orang lain.

Kawan kawan, *Bahaya* loh kalo ada orang yang lagi jatuh ketimpa masalah, terus kita malah motivasinya.

Loh, kok *bahaya?*

Bahasa mudahnya tuh gini... Orang tuh kalo lagi ditimpa musibah atau masalah, berati Allah lagi sayang sama itu orang, *Allah lagi ingin deket deket sama dia*, makanya diamkan aja dulu, nasehatin buat tenang dan cari pesan cintaNya.*

Bukan malah dimotivasi agar kuat dan dikasih semangat melangkah lagi yang pada akhirya justru mengakibatkan pesanNya ga sampai.
Dia malah fokus lagi ke ikhtiar, bukannya fokus ke Allah.

Moga kawan kawan ga bingung, ya.

*Jadi... Allah itu ketika memberi kita masalah, sebetulnya bukan agar
kita segera nyari solusi, tapi agar kita kembali fokus dulu pada Allah, mendekat dulu ke Allah, curhat dulu ke Allah.*

Coba deh kalo misal kita motivasi, terus yang bersangkutan semangat
lagi ikhtiar tapi ga berdoa dan *malah mendewakan ikhtiar*?
Astaghfirulloohal 'adziim...
*Pastinya Allah makin jauuuh sama dia* (Na'uudzubillaahi min
dzaalik)

Moga penjelasan saya bisa kawan kawan pahami, ya.
*Intinya kuatkan niat fokus on Allah dulu, baru yang lain.*

Dunia PPA itu dunia _"keajaiban"_ tapi... Bagi yang mau aja sih.

Yang mau fokus kerja keras, gak papa 🤭



Jelasnya akan dijawab tuntas

didalam Private Class..

Kita lanjut yaa..

Inget kan kisah nabi Yunus yang kisahnya sering kita dengar?

Ketika nabi Yunus ditelan ikan Paus, fokusnya nabi Yunus bukan mencari jalan keluar, tapi dia merenung dulu ke dalam hatinya, mencari pesan CintaNya.

Begitu sudah paham, nabi Yunus mengakui kesalahan dirinya dan terus berdoa, sehingga pada akhirnya Allah jua lah yang menyelesaikan masalahnya.

Dan karena Allah sudah menghendaki, maka masalah pun selesai dengan sendirinya.

Kok bisa ya?

*Bisa! Asalkan kita tidak sombong, dan Total Bergantung padaNya.*

Melanjutkan materi tentang *total bergantung*...

Mohon kawan kawan sekali lagi harap dibaca pelan pelan, ya.
Mohon dipahamkan oleh Allah SWT (Aamiin....)
Kalo belom paham juga moga dimudahkan Allah untuk bisa ikut Private Classnya (karena rasanyat lebih beda)

Baiklah...
Kawan kawan yang saya cintai karena Allah..

*Total Bergantung = DIPENUHI*

Ketika kita *total bergantung (berserah diri/ tawakkal) pada Allah*,
hajat kita pasti dipenuhi olehNya.
Jika kawan kawan praktekan pola ini, insyaa Allah bi idznillah...

Hutang milyaran jadi lunas!
Mau mobil gratis, bisa!
Umroh gratis, mudah!
Masalah keluarga terselesaikan dengan mudah.

Hal tersebut di atas banyak dibuktikan oleh testimoni Alumni PPA.
Intinya, kita hanya *total bergantung (tawakkal) pada Allah*.

Baik, saya jabarkan ya, biar ga bingung.

Begini...
Awal mula kita diciptakan bentuknya apa?

Ruh!

Ketika kita berbentuk ruh, kita bisa apa?

Ga bisa apa apa kan?
Total bergantung pada Allah, kan?

Dan ketika ruh total bergantung pada Allah, kebutuhan si ruh ini dipenuhi olehNya.

Kira kira apa kebutuhan ruh itu?

Jasad!

Terus, kebutuhan sperma apa?
Sel telur, kan?

Apakah dulu kita latih sel sperma kita agar bisa lebih cepat sampai ke sel telur?
Engga, kan?

Total bergantung padaNya dan Allah yang memenuhi kebutuhan sel sperma akan sel telur.

Lanjut lagi...
Setelah sperma bergabung dengan sel telur, makanya jadilah zigot.

Terus, apakah zigot kita arahkan atau urut urut supaya berenang ke rahim?
Jawabannya... Pasti engga, kan?

Total bergantung pada Allah, dan Allah yang mengarahkan zigot agar
pindah ke rahim.

Dan seterusnya, dan sebagainya. Kalo dijelasin, bakalan panjang!

Dengan total bergantung padaNya, pasti Allah akan penuhi segalanya.

Contoh lagi...
Anggap aja bayinya sudah lahir.

Apakah bayi yang sudah lahir terus bisa berusaha sendiri? Minum dan makan langsung ambil sendiri?
Engga!


Bayi itu total bergantung pada Allah.

Dia tinggal

Oeeeek... Makanan datang.
Oeeeek... Susu datang.
Oeeeek... Popok datang.
Oeeek... Minyak telon datang.
(tentu saja semua ada perantaraNya)

Semua orang dibuat jatuh cinta pada bayi tersebut, dan semua
kebutuhannya dipenuhi.
Itu karena bayi total bergantung pada Allah.

Lalu... Sekarang ini kita udah berapa kali oek oek nangis, tapi kenapa masalah ga kunjung kelar?

Berapa kali kita oek oek nangis, tapi mau umroh ko rasanya susah banget?

Itulah bedanya, kawan kawan.
oek oek kita ini udah ada _*"berhalanya!"*_

Beda dengan oeknya bayi yang mengandung TAUHID, pasrah, bergantung penuh hanya kepada Allah Subhanahu Wata'aala.
Karena bayi _"sadar diri"_ dia ga bisa melakukan apa apa, kecuali
atas izin Allah.


Kawan kawanku yang saya cintai karena Allah.
*Yang membedakan kita dengan bayi, adalah dari total bergantungnya.*
*‎
Kalo bayi total bergantung pada Allah itu *"full" maksimal*, oleh karenanya semua kebutuhan bayi di penuhi oleh Allah.

Beda dengan kita manusia yang sudah dewasa.
Kita *makin dewasa malah makin kurang bergantung pada Allah* 😭

Kalo mau umroh, pasti bilang/ nyebutin uang.
Kalo mau kerja, pasti bilangnya butuh ijazah.
Betul, ga?

Malahan ketika kita diajari atau diberitau bahwa kita ini butuh Allah, eh kita malah bilang ga logis (Sungguh tragis!)

Astaghfirulloohal 'adziim...

Kita masih berpikiran bahwa yang ngasih kita rezeki itu bos!
Kita masih meyakini bahwa yang bisa bikin bahagia itu... keluarga, jabatan dan lain lain.

Contohnya kalo di antara kita ada yang di PHK, pasti deh ada berujar;
"duh, mau makan apa nih kita?"
Padahal ya, rezeki makan kita itu sudah dijamin oleh Allah.
Ga percaya?
Coba sekarang Anda resign, ga usah kerja, kira kira... bakalan mati
kelaparan, ga?
Buktinya orang gila aja ga kerja, masih idup, tuh!

Begitulah kawan kawan, bisa jadi juga yang menyebabkan doa kita ga segera dikabulkan oleh Allah,
Karena...
Ketika berdoa minta rezeki, fokusnya moga moga dapet THR.
Ketika berdoa minta mobil, fokusnya moga dapet undian berhadiah.
Ketika berdoa minta umroh, fokusnya moga gaji naik.
Dan lain lain yang bersifat keduniaan (duniawi)

Astaghfirulloohal 'adziim...
Sampai sampai di saat berdoa pun fokus kita bukan ke Allah.
Padahal Allah yang memberi kita rejeki.

Itulah hambatannya kawan kawan, kita terlalu bergantung pada makhluk. *Padahal kalo bergantung pada makhluk, kita tuh pasti was
was dan ujung ujungnya harus rela merasakan 'sakit hati' dan kekecewaan.*

Kalo udah banyak bergantung pada makhluk, gimana Allah mau mengabulkan doa doa kita?


Tau syirik, kan ya?
*Itulah syirik syirik kecil kita, kebanyakan dari kita bergantung pada mahluk.*

Terus gimana cara memahamkan hati agar total bergantung pada Allah?

Ada 3 level pemahaman yang harus dilalui, yaitu:

*1. Dengan menyendiri dan memikirkan hakikat diri, penciptaan kita,
kita tahajud mohon petunjuk Allah, kita renungi dan pahami siapa
sebenarnya yang mengatur rezeki kita, bos ataukah Allah? *(inget ya... Pasrah aja, jangan ngebut, jangan terlalu menggebu2, karena yang memahamkan kita hanyalah Allah)*

2. Cara tercepat adalah dengan benar benar hadirkan suasana yang
membuat Anda total menyerah pada Allah.

 *Misalnya... yang ingin bebas dari riba, ya sudah tinggalkan semua harta yang ada kaitannya dengan
riba. Jalanin hidup dengan pasrah pada Allah, dan fokus ibadah yang utama, ikhtiar yang kesekian.*

*3.Menjaga pertemanan dengan kawan kawan yang sudah mencapai level total bergantung padaNya.*

Moga group ini menjadi wasilahnya, tetapi bukan berarti saya lebih
baik daripada Anda, ya.

Saya juga masih berlatih dan terus melatih diri untuk total bergantung
hanya ada Allah.

*"Dan Dialah yg berkuasa atas sekalian hamba hambaNya, dan Dialah yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui" (Qs Al An am:18)*

Allah itu sutradara terbaik, penulis scenario yang handal. Mudah bagi
Allah melakukan apapun atas diri kita.

Ahhh....ga masuk akal, da?

Ya... Kalo logika kita masih saja terbelenggu oleh kontak WA atau
Sahabat, pasti jawabnya begitu.
 Hehehe... �

Iya, karena menurut logika kita yang bisa menolong kita itu hanya orang orang disekitar kita, atau orang orang yang kita kenal.

Mungkin itu dulu ya sharing malam ini.
Moga kita semua dipahamkan Allah, dan menjadikan Allah hanya
sebagai satu satunya tempat bergantung.
(Aamiin Allohumma Aamiin)

*Syaithon pasti akan terus membisiki kita dengan logika, dilawan yaaa kawan kawan!*

*Jangan sampe bisikan logika membenarkan hati kita, yang pada akhirnya kita tidak merasakan kekuasaan Allah di dalam hidup kita.*

Inget loh saat inipun *Allah melihat kita, menantikan kita mengangkat tangan*, teruslah meminta padanya kawan, hanya
kepadaNya.
Wallahualam bishowab.
=====================

Tidak ada komentar:

Posting Komentar